Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
M-KRPL
Kalendar Tanam
banner2
banner1

Mana yang anda suka

Saya lebih berminat
 

Kegiatan Dalam Gambar

Download PDF Files

ABSTRAK

 

Basri AB., dkk. Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI). Kegiatan M-P3MI dilaksanakan di dua lokasi yaitu di desa Dayah Baroh, Kec. Ulim, Kab. Pidie Jaya dan Desa Lueng Baro, Kec. Suka Makmue, Kab. Nagan Raya dengan luas hamparan pengkajian masing–masing kurang lebih 5 Ha. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan on Farm Adaptive Research, mulai musim Gadu (April–Oktober). Jumlah petani kooperator untuk Kab. Pidie Jaya sejumlah 20 orang dan untuk Kab. Nagan Raya 10 orang yang bertindak sebagai pelaksana aktif dalam melaksanakan program pengkajian M-P3MI. Beberapa komponen teknologi yang diimplementasikan meliputi; a. Penggunaan varietas unggul adaftif dan benih berkualitas; b. Seed treatment; c. Tanam tunggal bibit muda (15 hari setelah tebar); d. Penggunaan bahan organik (kompos ); e. Pemupukan N berdasarkan Bagan Warna Daun; f. Pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah melalui uji tanah; dan i. Pengendalian hama secara PHT. Pengamatan dilakukan terhadap parameter agronomis, ekonomis, dan respon petani terhadap hasil pengkajian yang dilakukan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pelaksanaan program   M-P3MI mampu dilaksanakan oleh petani dan mendapat respon dari petani di luar lokasi kegiatan. Asumsi petani sementara bahwa pola PTT secara konsisten menghasilkan keuntungan per unit yang lebih tinggi dibandingkan dengan pola petani sebelumnya, sebagai akibat adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya usaha tani. Respon petani kooperator dan non-kooperator di Desa Dayah Baroh terhadap pelakasanaan program PTT cukup baik, hal ini ditunjukkan oleh sebagian besar patani lain yang tertarik untuk melaksanakan cara-cara pendekatan PTT dalam usaha tani padi sawahnya, walaupun tidak semua komponen teknologi diterapkan. Sedangkan untuk Desa Lueng Baro pendekatan model PTT masih tergolong baru bagi petani untuk menerapkan komponen teknologi tersebut, sehingga perlu pembinaan lanjutan. Dari hasil workshop dan diskusi menunjukkan bahwa sebagian besar petani kooperator memberikan respons dan adopsi yang tinggi terhadap introduksi komponen teknologi pada pendekatan PTT padi sawah. Walaupun masih terlalu dini untuk menyatakan kesesuaian pendekatan PTT padi sawah dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani padi sawah, namun terdapat indikasi akan berkembangnya intensifikasi padi melalui pendekatan PTT. Hal ini terlihat dari minat petani di sekitar lokasi pengkajian yang berkeinginan untuk mencoba menerapkan pendekatan PTT dalam usahataninya.

Kata kunci : Model Pengembangan, Pertanian, Perdesaan, Inovasi, SL-PTT.


Newer news items:
Older news items:

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com