Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner1
banner2
M-KRPL
Kalendar Tanam

Kegiatan Dalam Gambar

Download PDF Files

Masih Berpeluang Tingkatkan Produksi Jagung di Aceh PDF Cetak E-mail
Oleh Basri AB dan Firdaus   
Senin, 13 Agustus 2012 11:23

Peluang peningkatan produksi lebih dari 8 ton/ha pada pelaksanaan SL-PTT jagung di beberapa lokasi di provinsi Aceh dapat dilakukan melalui perbaikan takaran pupuk dan populasi tanam. Takaran pupuk  yang direkomendasikan adalah 350 - 400 kg urea + 200 kg phonska per hektar, dan jarak tanam 80 cm x 35 cm dengan 2 tanaman/lubang.

Hal tersebut disampaikan tim monitoring pelaksanaan SL-PTT jagung tahun anggaran 2012 di provinsi Aceh yakni Ir. Syafruddin, M.SI dan Dr. Amran Muis, MS dari Balai Penelitian Tanaman Serealia didampingi tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Firdaus, SP, M.Si dan Husaini Yusuf, SP.  Monitoring dilakukan pada tanggal 30-31 Juli 2012 pada tiga kabupaten yakni Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa pihak Dinas pertanian, Mantri Tani, PPL, kelompok tani/petani sudah siap melaksanakan pada bulan Mei - Juni akan tetapi karena keterlambatan benih maka hanya melakukan penanaman sesuai dengan ketersedian benih dan saprodi secara swadana. Akibatnya, rencana pelaksanaan SL-PTT jagung akan dijadwal ulang dan disesuaikan dengan jadwal tanam dan penyaluran benih untuk SL-PTT.

Di desa Lam Ujong kabupaten Pidie, petani umumnya menanam varietas Bisi-2 dan Bisi-816 dengan jarak tanam 70-75 cm x 40 cm dan 2 tanaman/rumpun, menggunakan pupuk 400 kg urea dan 200 kg phonska. Rata-rata hasil baru mencapai 6 ton/ha, ditemukan gejala serangan bulai. “Apabila dikelola dengan baik lagi, dapat menghasilkan 7 – 8 ton/ha,” ujar Syafruddin.

Sedikit berbeda dengan desa Lam Ujong, para petani di desa Desa Uteun Bunta Bireuen, umumnya menanam varietas Bisi-2, NT10, NT35,  dan Bonanza (jagung manis) dengan jarak tanam jagung 80 cm x 40 – 50 cm, 2 tanaman/rumpun. Pemupukan terdiri 300 kg urea + 100 kg SP36 + 50 kg KCl/ ha dengan  produktivitas 4,2 -5 ton/ha. Sebagian telah menggunakan sistem intercrop jagung dengan kedelai, namun tanaman jagung tampak tidak beraturan.

Sedangkan di desa Grong-grong kabupaten Aceh Utara, para petani menanam jagung pada lahan bukaan baru dan pertama kali ditanami jagung, lapisan gambut 5-10 cm. Jarak tanam 100-110 cm x 40-50 cm tanpa pemupukan. Apabila akan dijadikan lahan SL-PTT maka pengolahan tanah dapat dilakukan secara dangkal, perbaikan drainase, dan penggunaan jarak tanam 80 cm x 35-40 cm 2 tanaman/rumpun. Untuk pengembangan varietas Bima-3 diperlukan demplot, hal tersebut karena petani responsif terhadap varietas baru. (Basri AB/ Fir) 

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com