Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner1
M-KRPL
Kalendar Tanam
banner2

Kegiatan Dalam Gambar

Download PDF Files

Aceh Berpotensi Jadi Sentra Jagung Nasional PDF Cetak E-mail
Oleh Jamal Khalid dan Basri A. Bakar   
Selasa, 27 Maret 2012 09:23

Kepala Balit Sereal Dr. M. Yasin didampingi Kepala BPTP Aceh Ir. T. Iskandar, MSi saat memberikan pandangan umum potensi jagung di AcehSaat ini sentra produksi jagung nasional berada di lima provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung dan Sulawesi Selatan dengan produksi 17,4 juta ton pada 2011. Sementara kebutuhan nasional untuk konsumsi dan industri pakan ternak mencapai 22 juta ton, dengan demikian terdapat defisit sekitar 4,8 juta ton. Itu sebabnya Kementerian Pertanian menargetkan produksi sebesar 24 juta ton pada tahun 2012. 

Hal tersebut disampaikan Dr. Muhammad Yasin, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit Sereal) Maros Sulawesi Selatan bersama dua peneliti lainnya saat mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh pada Senin, (26/3) di Banda Aceh“Aceh sangat berpeluang menjadi sentra produksi jagung karena memiliki sawah yang luas dan subur. Saya sudah berkeliling di Aceh Besar, potensinya sangat baik. Perlu kerjasama antara pemerintah daerah dan perusahaan lokal untuk mewujudkannya”, papar M. Yasin. Pihaknya bersedia membantu mengembangkan jagung hibrida bersama BPTP Aceh, sehingga petani Aceh akan lebih dekat untuk mendapatkan benih hibrida tanpa harus memesan dari Maros. Artinya dengan tersedia benih hibrida di Aceh biaya pengiriman yang mahal bisa dihemat. 

Sementara itu Kepala BPTP Aceh, Ir. T. Iskandar, M.Si menyampaikan beberapa kerjasama penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, di antaranya dengan Bank Indonesia Banda Aceh dalam pengembangan  kluster jagung pipil di Saree Aceh dan Jantho dengan melibatkan perbankan yang ada di Banda Aceh. Di samping itu telah dilakukan   pengembangan jagung  komposit Aceh dengan Dinas Pertanian Aceh yang dibantu oleh team ahli dari Korea (International Corn Fondation).  “Jagung komposit Aceh merupakan plasmanutfah lokal yang layak dikembangkan, saat ini sedang diupayakan pelepasan sebagai varietas unggul daerah”, ujarnya. Untuk itu, pihak Balit Sereal akan mambantu upaya pelepasan varietas jagung lokal Aceh tersebut.

Para peneliti dan penyuluh BPTP Aceh saat berdiskusi dengan Dr. M. Yasin.

Menanggapi peluang pengembangan Aceh menjadi sentra produksi jagung, Firdaus, SP, MSi salah seorang penyuluh BPTP Aceh menjelaskan tingginya harga benih hibrida di Aceh membuat petani lebih tertarik menanam jagung komposit, karena bisa ditanam berulang-ulang. Sedangkan di Aceh Besar petani lebih menyukai menanam jagung manis, karena umur panen yang singkat dan harga jualnya lebih menguntungkan.

Kepala Balit Sereal Dr. M. Yasin beserta staf dan dua penelitinya saat berkunjung di BPTP AcehTerkait dengan itu, M. Yasin menanggapi bahwa varietas hibrida sangat tepat digunakan untuk mengejar target produksi. “Ini peluang bagi BPTP dan pemerintah daerah untuk menyediakan benih yang dibutuhkan petani, sedangkan jagung manis hanya digunakan sebagai sayuran dan konsumsi rumah tangga saja,” tambah Yasin. Jamal/Basri. 

 

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com